Tips Memilih Box Bayi Yang Aman

Bukan maksud kami menakut-nakuti, tapi ternyata ada juga lho kasus kematian bayi yang disebabkan oleh kurang hati-hatinya orang tua dalam memilih dan mengatur box bayi (ranjang bayi) mereka.

Di antara kasus kematian bayi tersebut, ada yang disebabkan bayinya terjepit di antara kasur dan pinggiran box bayi, ada yang karena lehernya terlilit oleh kain atau bagian baju bayi yang kemudian tersangkut di bagian box bayi yang menonjol, dan sebagainya.

Oleh karena itu, penting juga Anda mengetahui beberapa hal penting seputar memilih box bayi (ranjang bayi) yang aman…

Kasur

Pastikan kasur yang menyertai box bayi tersebut padat, betul-betul pas ukurannya dengan ranjang, serta keempat pojok kasur tersebut tersangkut dengan baik ke setiap pojok ranjang. Kebanyakan kecelakaan yang berkaitan dengan box bayi disebabkan oleh bayi yang kehabisan napas karena terjepit di antara kasur dengan pinggiran (pagar) box.

Untuk menguji keamanan kasur, Anda bisa mencoba menyelipkan jari-jari Anda di bagian pinggirnya. Jika ternyata lebih dari 2 jari Anda bisa masuk, berarti kasurnya kurang besar.

Kisi-kisi Pagar

Berikutnya Anda harus mengecek apakah kisi-kisi (railing) yang menjadi pagar box bayi tersebut aman. Sebaiknya jarak antar kisi ini tidak lebih dari 6 cm, sehingga kaki dan tangan bayi Anda tidak bisa terselip di antaranya.

Bagian-bagian Kecil

Cek juga bagian-bagian kecil pada seluruh box bayi. Lihat apakah ada sekrup yang longgar, cat yang terkelupas, serta setiap bagian rusak yang bisa membahayakan bayi Anda. Periksa apakah box tersebut memiliki bagian yang bisa menyebabkan pakaian si kecil tersangkut.

Periksa juga kekuatan dan kekokohan box tersebut, terutama jika Anda membeli yang bekas. Ingat, keselamatan bayi Anda jauh lebih penting daripada uang. Jangan mentang-mentang ingin hemat, Anda mengabaikan keselamatan si kecil!

Jika Anda menemukan bagian yang membahayakan keselamatan bayi Anda, perbaikilah… atau cari box yang lain…

Rencana Jangka Panjang

Baik jika Anda membeli box bayi sebelum maupun setelah bayi Anda lahir, sangatlah bijaksana jika Anda memilih box yang bisa memenuhi kebutuhan Anda untuk jangka panjang.

Perhatikan tinggi pagar box. Jangan terlalu rendah, sehingga nantinya bisa dipanjat oleh bayi Anda ketika ia semakin besar nanti. Bagus juga jika Anda memilih pagar yang bisa dibuka atau digeser ke bawah, untuk memudahkan Anda ketika mengakses bayi Anda. Hanya saja, pastikan sistem buka-tutupnya sangat aman untuk keselamatan si kecil. Periksa juga kasurnya. Apakah masih nyaman jika digunakan oleh bayi yang berat badannya kelak akan bertambah?

Selamat berburu box bayi yang aman

Jangan Kalah Sama Mereka…

Belakangan ini, di Amerika sana terjadi perubahan positif dalam hal perawatan dan pemeliharaan bayi.

Perubahan apa itu?

Ternyata semakin banyak para ayah yang berperan serta secara aktif dalam membesarkan bayi mereka. Nah, kebiasaan ini juga seharusnya ditiru nih oleh para ayah di negeri kita… ya kan Ibu-ibu?

Sebenarnya peran serta ayah dalam membesarkan bayinya bukan hanya untuk meringankan beban sang ibu, tetapi menurut penelitian, ternyata juga sangat diperlukan oleh bayi.

Bahkan, sebenarnya bayi memerlukan partisipasi aktif sang ayah sejak proses kelahirannya.

Banyak juga kita temukan para ayah yang merasa nyaman melakukan pekerjaan ini dan tidak hanya mau, bahkan mereka bersemangat dalam berbagi tugas dengan sang ibu.

Karena dengan demikian, mereka bisa berperan aktif dalam berbagai kejadian sehari-hari yang menyenangkan dan tak terlupakan dalam kehidupan bayi mereka, sehingga membentuk ikatan kuat antara mereka.

Apabila Anda seorang ayah yang merasa “nggak Pede” karena “nggak pengalaman” dalam hal-hal seperti itu, berarti Anda harus merubah cara pandang Anda!

Ingatlah, bahwa tidak ada yang terlahir ke dunia ini langsung sebagai ayah atau ibu. Artinya, peran sebagai ayah dan ibu ini adalah sesuatu yang diusahakan dan… sebenarnya ayah juga memiliki kemampuan fitrah untuk bisa memahami seni merawat bayi.

Memang sih tetap saja insting seorang ibu akan lebih menonjol, tetapi mari kita lihat apa yang juga bisa dilakukan oleh seorang ayah…

Ayah bisa mengganti popok, menyiapkan susu botol, membantu memandikan bayi dan menggendongnya untuk kemudian dimomong atau disusui oleh ibunya.

Ingat lho, berbagi tugas seperti ini bisa meringankan kelelahan kedua orang tua dan bisa memberi sumbangan positif untuk kebaikan hubungan suami istri.

Sebuah masalah yang sering terjadi adalah sang ayah yang merasa terpinggirkan bila si ibu memberikan waktu serta perhatian sepenuhnya kepada si kecil. Apalagi jika di beberapa minggu pertama setelah kelahiran bayi tidak ada interaksi antara kedua orang tua.

Walau begitu, perasaan cemburu serta konflik tersebut biasanya hanya bersifat sementara dan hal ini bisa cepat hilang seandainya saja ayah terlibat dalam perawatan serta permainan bersama si bayi.

Bagi si bayi, memiliki kedua orang tua yang terlibat dalam perawatan serta permainan adalah sesuatu yang tak ternilai lho!

Dengan begini, orang tua pun bisa saling mengisi satu sama lain untuk membentuk anak yang sehat dan lebih percaya diri.

Gimana Ayah, siap melakukannya?

Bayi 10 Bulan: Beberapa Hal Penting

Apa saja yang bisa dilakukan oleh bayi usia 10 bulan dan apa saja yang penting untuk Anda ketahui? Coba simak artikel berikut…

Mobilitas Tinggi

Yap. Bayi seusia ini biasanya sudah sangat aktif bergerak ke sana kemari. Makanya Anda harus ekstra hati-hati serta harus jaga stamina. Maklum… lumayan capek juga kan kalau harus mengikuti mobilitas bayi Anda

Dia normalnya sudah bisa merangkak dengan cepat, serta bisa duduk dengan mudah dari posisi apapun.

Berkeliling

Kemungkinan besar dia pun sangat senang berjalan dengan berpegangan entah pada sisi meja, kursi, ataupun perabot lainnya yang tidak terlalu tinggi. Sebagian bayi lain mungkin baru bisa mengangkat tubuhnya dari posisi duduk ke posisi berdiri, dengan cara berpegangan ke sisi meja atau kursi.

Terkadang ia akan bereksperimen dengan menggunakan satu tangannya untuk mengambil mainan yang ada di lantai, atau bahkan ia akan berani melepaskan kedua pegangannya untuk berdiri.

Baby Walker

Penggunaan baby walker sampai saat ini masih kontroversial. Kebanyakan ahli tidak mendukung penggunaannya, karena justru membuat bayi Anda lamban bisa berjalan. Lebih baik Anda memberi semangat kepada si kecil untuk berjalan dengan mendorong-dorong kursi plastik kecil atau yang sejenisnya.

Bagaimana Jika Bayi Anda Belum Bisa Merangkak

Jangan langsung panik.

Banyak juga lho bayi yang perkembangan motoriknya tidak terlalu cepat, tapi sebenarnya ia banyak menyerap informasi. Bayi seperti ini lebih senang menjadi pengamat.

Ada juga bayi pada usia 10 bulan yang berpindah tempat dengan cara ngesot, atau menyeret pantatnya, atau merayap di atas perutnya.

Yang perlu Anda ingat adalah, Anda jangan terlalu memaksakan bayi Anda untuk melakukan sesuatu yang tidak menarik baginya. Lebih baik Anda mendukung apa yang menjadi kesukaannya. Jika memang perkembangan motoriknya ternyata sangat lamban, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter Anda.

Permainan Mendidik

Salah satu permainan yang baik untuk bayi berumur 10 bulan adalah ciluk-ba. Cobalah Anda mengajaknya bermain ciluk-ba dengan berbagai variasi. Permainan sederhana ini selain mengasyikkan, juga bermanfaat bagi perkembangan kognitif si kecil, serta sangat baik untuk mempererat hubungan Anda dengannya.

Kontroversi Posisi Bayi Tengkurap

Posisi bayi tengkurap banyak mengundang kontroversi. Adakah keuntungannya? Atau lebih banyak bahayanya?

Menyangkut posisi tidur bayi, American Academy of Pediatrics (AAP) menyimpulkan bahwa posisi terlentang tetap merupakan yang paling aman. Dengan posisi terlentang, terbukti bahwa sindrom kematian mendadak pada bayi (SIDS) dapat berkurang secara drastis. Walaupun memang dengan posisi terlentang, kekurangannya adalah adanya perubahan bentuk kepala si bayi.

Namun begitu, posisi bayi tengkurap tetap memiliki banyak keuntungan.

Keuntungan Posisi Bayi Tengkurap

  1. Memberikan kesempatan berisitirahat untuk bagian belakang kepala bayi
  2. Membantu menguatkan otot-otot leher bayi Anda, sebagai persiapan untuk merangkak
  3. Membantu mempercepat kemampuan bayi untuk mengangkat pantat, berguling, duduk, hingga akhirnya berdiri
  4. Membantu memperbaiki perkembangan motorik bayi Anda
  5. Membantu perkembangan otot-otot kaki

Variasi Tengkurap pada Bayi

  1. Letakkan bayi Anda dengan posisi tengkurap, di atas perut Anda yang sedang berbaring
  2. Tengkurapkan bayi Anda pada alas yang padat dan aman, seperti di atas selimut di lantai
  3. Gendong bayi Anda pada lengan Anda dengan posisi tengkurap
  4. Tengkurapkan bayi Anda di atas bola besar dengan terus dipegang bagian punggung dan pantatnya. Anda bisa memaju-mundurkan bola tersebut perlahan-lahan

Selama bayi Anda dalam posisi ini, teruslah mengajaknya berbicara dan bermain, agar ia tidak merasa kesal. Awasi juga anak-anak yang lain, jangan sampai mencelakai si kecil.

Jika ia tertidur dengan posisi tengkurap, jangan biarkan ia sendirian dan tidak terawasi. Balikkanlah badannya agar ia tidur dengan posisi terlentang.

Berapa Lama Waktu yang Aman untuk Tengkurap?

Anjurannya adalah sekitar 30 menit setiap hari. Anda bisa melakukannya langsung, atau bisa dibagi-bagi menjadi beberapa kesempatan.

Dan jangan memaksakan kegiatan ini jika bayi Anda sedang merasa kesal. Cari waktu dimana ia sedang senang, agar ia menyukai posisi ini.

Belajar dan Bermain Bersama Bayi Usia 9 Bulan

Anak-anak kita belajar melalui bermain. Jika Anda memiliki bayi berusia 9 bulan, berarti dia sudah siap untuk belajar lebih banyak.

Cobalah berbagai aktifitas berikut ini untuk membantu si kecil mempelajari dunianya dengan cara yang mengasyikkan buat kalian berdua…

Bermain dengan gambar-gambar

Untuk permainan ini, Anda tidak perlu mengeluarkan banyak biaya, cukup sedikit usaha mengumpulkan koran-koran atau majalah lama.

Duduklah bersama bayi Anda. Tunjuk gambar-gambar yang ada di koran atau majalah tersebut, kemudian sebutkan namanya. Bisa juga Anda sebutkan kata kerja yang dilakukan oleh subyek gambar, warna dalam gambar, dan sebagainya.

Bermain dengan tekstur

Anda pasti memiliki potongan-potongan kain bekas kan? Nah, sekarang waktunya memanfaatkannya untuk bayi Anda.

Tempelkan berbagai jenis potongan kain pada selembar karton. Bagusnya sih potongan tersebut terdiri dari berbagai jenis kain dengan tekstur yang bervariasi. Sertakan kain korduroy, katun, vinyl, sutera, wol, bulu imitasi, misalnya.

Ajak bayi Anda duduk bersama Anda dan bantu dia untuk meraba setiap perbedaan tekstur dengan tangannya. Jelaskan setiap tekstur dengan istilah-istilah seperti lembut, kasar, berbulu, dan seterusnya.

Bermain bongkar muat

Kumpulkan dus-dus makanan atau susu. Berikan kepada bayi Anda sebuah kantong kertas. Ajarkan padanya untuk mengisi kantong tersebut dengan dus-dus tadi, kemudian mengeluarkannya.

Sayangi bayi Anda

Berikan sebuah boneka bayi atau binatang kepada si kecil. Ajari dia bagaimana caranya untuk menyayangi boneka tersebut.

Tunjuk setiap bagian boneka dan sebutkan namanya masing-masing. Tunjuk matanya dan sebutkan namanya, begitu pula dengan telinga, hidung, tangan, kaki, dan seterusnya.

Tunjukkan kepada bayi Anda anggota-anggota tubuhnya yang sama dengan yang ada pada boneka. Anda bisa mengatakan, “Ini mata boneka. Mata Dede mana?”

Amankah Rumah Anda bagi Bayi Anda?

TANYA:
Apakah sebaiknya saya membuat rumah saya aman untuk bayi dan balita?

JAWAB:
Tentu saja!

Sekitar 2,5 juta anak-anak terluka bahkan sampai meninggal setiap tahunnya disebabkan kecerobohan dalam rumah tinggal.

Kabar baiknya adalah, banyak kecelakan-kecelakaan tersebut yang sebenarnya bisa dicegah -dengan memanfaatkan alat-alat sederhana untuk keselamatan anak yang bisa ditemukan di toko-toko besar.

TANYA:
Alat pengamanan apa saja yang bisa digunakan?

JAWAB:
Banyak juga, berikut diantaranya…

SAFETY LATCHES and LOCKS

Pengencang dan kunci yang bisa Anda gunakan pada lemari dan laci Anda, sehingga membantu mencegah anak-anak untuk mengambil obat-obatan berbahaya, pembersih kimia, juga pisau dan benda-benda tajam lainnya.

SAFETY GATES

Pagar atau pintu pengaman yang sebaiknya Anda pasang di mulut tangga dan ruangan-ruangan yang berbahaya bagi anak Anda.

DOOR KNOB COVERS and DOOR LOCKS

Pegangan atau handle pintu sekaligus kuncinya untuk mencegah anak Anda memasuki tempat-tempat berbahaya, seperti kolam ikan atau kolam renang, misalnya.

Permainan untuk Bayi Usia 6 Bulan

Bayi berumur 6 bulan rata-rata sudah tanggap terhadap lingkungannya dan dia sudah punya keinginan untuk bermain.

Berikut permainan menyenangkan sekaligus mendidik untuk Anda dan si bayi:

  • Mulailah bermain “nama-nama” dengan bayi Anda. Tunjuk hidung si kecil dan katakan, “Hi-dung”. Lakukan hal yang sama untuk mata, tangan dan benda lainnya.
  • Perkenalkan juga panggilan Anda dan sang ayah kepada bayi Anda mulai sejak tahapan ini.
  • Sembunyikan sebagian benda atau mainannya di bawah selimut atau secarik kain. Biarkan ada bagian yang menonjol keluar. Biarkan bayi Anda menarik benda tersebut keluar dan belajar menyingkapkan selimutnya sendiri.
  • Masukkan berbagai macam tutup botol ke dalam kotak sepatu. Tutup-tutup botol tersebut bisa berbeda ukuran, asal jangan ada yang tajam.
  • Ulurkan tangan Anda ke dalam kotak sepatu kemudian ambil tutup yang ada satu persatu. Tunjukkan perlakuan ini di depan bayi Anda. Setelah beberapa kali melihat, biasanya si bayi akan meniru kelakuan Anda tersebut.

Bayi Sembelit: Susah Buang Air Besar Pada Bayi

Pola buang air besar pada bayi memang berubah-ubah. Nah bagaimana Anda bisa tahu bahwa pola buang air besar pada bayi Anda masih tergolong normal?

Pola Buang Air Besar Bayi Pada Umumnya

Untuk bayi yang baru lahir, normalnya ia akan buang air besar hingga sebanyak 4 kali setiap hari. Ini akan berlangsung sampai ia berusia 7 hari. Untuk anak berusia 2 tahun, termasuk normal jika ia dapat buang air besar (BAB) 1-2 kali tiap harinya. Anak usia 4 tahun sudah sama pola BAB-nya dengan orang dewasa – 1 kali setiap hari.

Nah, karena tidak setiap anak memiliki pola yang persis sama, maka umumnya seorang bayi atau anak akan dianggap mengalami sembelit, jika ia tidak BAB hingga 2 minggu atau lebih.

Oleh karena itu, Anda tidak perlu terlalu khawatir jika melihat bayi Anda sepertinya berjuang keras, bahkan terkadang sampai memerah ketika sedang BAB, padahal terkadang fesesnya encer dan tidak keras. Dia kan masih belajar! Anda juga harus ingat… bayi Anda melakukan BAB sambil berbaring lho, tidak seperti orang dewasa… Jadi, reaksi-reaksi seperti ini masih tergolong normal.

Kapan Situasinya Menjadi Gawat?

Jika Anda mendapati bayi Anda mengalami kondisi seperti berikut ini, maka segeralah periksakan ke dokter:

  1. Feses/kotoran yang keras
  2. Demam
  3. Terdapat darah pada kotorannya
  4. Berat badannya sulit naik
  5. Gagal BAB untuk pertama kalinya dalam 24 jam setelah kelahiran

Bayi dalam Periode ASI Eksklusif

Jika bayi Anda masih dalam periode ASI eksklusif -alias belum memperoleh asupan selain ASI- maka masih tergolong normal jika ia tidak BAB hingga 1 minggu. Bahkan terkadang setelah 1 minggu pun fesesnya sama sekali tidak keras.

Hal ini disebabkan oleh ASI yang masih sangat mudah dicerna oleh tubuh bayi Anda dan ini juga berarti sebagian besar ASI dapat diserap dengan baik oleh tubuhnya.

Susu Sapi untuk Bayi Manusia…?

Kali ini, mari kita mengulas sedikit mengenai susu formula untuk bayi Anda.

Sudah merupakan kesimpulan final di seluruh dunia bahwa ASI (Air Susu Ibu) adalah pilihan yang terbaik untuk bayi.

Namun begitu, ada beberapa kasus dimana ibu tidak bisa menyusui si bayi, sehingga diperlukan juga susu formula.

Diantaranya adalah apabila si ibu menderita AIDS. Wanita penderita HIV Positif TIDAK diperbolehkan untuk menyusui bayinya.

Beberapa penyakit tertentu seperti herpes, hepatitis dan infeksi beta streptococcus juga bisa berpindah melalui ASI. Tetapi TIDAK selalu seorang Ibu yang menderita penyakit-penyakit tersebut tidak boleh menyusui bayinya. Hal ini harus ditinjau kasus per kasus oleh dokter dari masing-masing ibu tersebut.

Penyakit-penyakit umum seperti flu, demam, infeksi kulit, atau diare TIDAK tersalurkan melalui ASI. Bahkan uniknya, si ibu akan memproduksi antibodi dari berbagai penyakit tersebut dalam ASI-nya sehingga bayi yang menyusu darinya akan terlindungi dari penyakit-penyakit tersebut.

Penderita kanker payudara juga bisa tetap menyusui bayinya dengan menggunakan payudara yang masih normal, jangan khawatir…

Nah, berkaitan dengan susu formula, ada beberapa pertimbangan dalam memilihnya…

Walaupun hampir semua susu formula dibuat dari susu sapi, namun sebaiknya Anda tidak memberikan susu sapi murni ataupun makanan-makanan yang mengandung susu sapi hingga bayi Anda berusia 1 tahun.

Bukan apa-apa, susu sapi kan sebenarnya untuk anak sapi, sehingga tidak bisa dicerna dengan baik oleh bayi manusia…

Nah, seandainya ternyata bayi Anda tidak cocok mengkonsumsi susu formula yang terbuat dari susu sapi, alternatif lain adalah menggunakan susu formula dari kedelai. Inipun sebenarnya kurang baik buat si bayi. Yang jelas, bayi yang sehat HANYA boleh meminum susu formula kedelai jika dianjurkan secara medis.

Pokoknya, ASI adalah yang terbaik lah! Makanya usahakan agar persediaan ASI ibu selalu cukup…

Apa Itu Kolik?

Kolik ini sebenarnya bukan penyakit, tetapi lebih tepat kalau digolongkan sebagai istilah umum untuk menjelaskan sebuah kondisi.

Apa gejala bayi yang mengalami Kolik?

Gejala utamanya adalah rewel yang berkepanjangan, yang disertai tangisan. Biasanya kondisi ini terjadi menjelang sore hingga waktu tidurnya.

Diperkirakan sekitar 20% bayi mengalami Kolik ini dan biasanya ketika dia berumur 2 minggu hingga 4 minggu.

Tangisan Kolik lain dengan tangisan biasa. Bayi yang menangis ketika dalam kondisi ini biasanya terlihat sangat kesal dan sedih.

Sampai saat tulisan ini dibuat, masih belum jelas betul apa penyebab Kolik. Ada yang mengatakan penyebabnya adalah makanan sang ibu yang menyusuinya, alergi bayi terhadap susu botol, kecemasan orang tua, dan sebagainya.

Bisa jadi semua yang dikatakan itu benar, atau bisa jadi juga semuanya salah…

Yang jelas, ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk menenangkan bayi Anda seandainya dia mengalami Kolik.

  • Pastikan bayi Anda tidak kelaparan, atau popoknya sudah terlalu basah dan kotor. Pokoknya, pastikan tidak ada sesuatu yang membuatnya gelisah.
  • Anda juga harus bisa memastikan bahwa si kecil tidak dalam kondisi serius yang membutuhkan penanganan dokter atau perawat.
  • Anda juga harus belajar benar-benar memahami bayi Anda. Apa yang bisa menenangkan bayi lain, belum tentu bisa menenangkan bayi Anda!
  • Coba berbagai gerakan atau suara yang bisa menenangkannya. Berikan ayunan yang lembut, atau suara-suara yang menyejukkan.
  • Coba letakkan bayi Anda di lingkungan yang nyaman, seperti kamar dengan lampu redup dan jauh dari keramaian. Atau coba juga mengajaknya berkeliling dengan kereta bayi.
  • Terkadang akan membantu juga jika Anda mengelus-elus punggung, perut atau kepalanya. Sebagian bayi ada juga yang merasa nyaman ketika dimandikan dengan air hangat.

ayi Anda Mengalami Ruam Popok?

Hampir semua bayi pernah mengalami ruam atau lecet karena pemakaian popok. Lokasi yang sering terkena adalah bagian pantat, sekitar kemaluan, maupun paha.

Begitu pula mungkin dengan bayi Anda…

Bahkan, jika bakteri yang terdapat dalam urine bayi Anda terurai menjadi amonia, ruam ini bisa bertambah parah. Tentu saja keadaan ini sangat tidak menyenangkan buat si kecil.

Nah, untuk mencegah terjadinya hal ini, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan…

  • Usahakan agar sesering mungkin kulit bayi Anda berada dalam keadaan kering dan berhubungan dengan udara terbuka.
  • Gunakan popok yang memiliki kemampuan menyerap lebih baik. Hemat sih boleh saja, tapi jangan sampai bayi Anda juga menderita karena Anda jarang mengganti popoknya ya…
  • Ketika mengganti popok, bersihkan daerah tersebut dengan air dan sabun yang lembut. Setelah itu keringkan secara menyeluruh dan gunakan bedak bayi yang lembut tanpa pewangi.
  • Tanyakan ke dokter Anda apakah perlu menggunakan salep tertentu atau krim anti jamur. Sebisa mungkin hindarilah penggunaan popok atau celana berlapis plastik.
  • Jika Anda menggunakan kain sebagai popok, usahakan untuk mencucinya dengan sabun lembut tanpa pewangi kemudian membilasnya sampai bersih. Deterjen bisa menjadi penyebab iritasi pada kulit bayi Anda.
  • Pastikan pula produk-produk mandi untuk si kecil tidak mengandung pewangi dan alkohol.

Jika ruam bayi Anda bertambah parah dan tidak ada tanda-tanda perbaikan setelah 3 hari (apalagi jika dia sampai demam dan tidak nafsu makan), sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda…

Biang Keringat Bayi: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kalau bicara biang keringat pada bayi, penyebab sebenarnya adalah tersumbatnya kelenjar keringat. Karena fungsi kelenjar keringat pada bayi belum sempurna seperti pada orang dewasa, makanya kita lebih sering menemukan biang keringat ini pada kulit bayi.

Cara Mencegah Timbulnya Biang Keringat

  1. Gunakan pakaian yang mudah menyerap keringat, seperti katun
  2. Gunakan pakaian yang longgar, jangan yang terlalu ketat
  3. Perbaiki sirkulasi udara pada ruangan
  4. Mandikan bayi dengan teratur, 1 atau 2 kali setiap hari

Cara Mengobati Biang Keringat

Ada beberapa alternatif untuk mengobati biang keringat:

  1. Dengan VCO (Virgin Coconut Oil)
  2. Dengan Minyak Telon (pilih yang kandungan minyak kelapanya 60%, agar tidak terlalu panas)
  3. Bedak Salicyl (bisa dicampur dengan air, seperti bedak dingin)
  4. Bedak tabur

Sebagai tambahan, jika kondisi kulit bayi Anda bertambah parah, coba periksakan ke dokter, karena sangat mungkin gangguan kulit yang diderita oleh si kecil bukan biang keringat, tapi penyakit lain. Jika ini yang terjadi, tentu saja perawatannya berbeda.

Bagaimana Cara Mengetahui Bahwa Bayi yang Baru Lahir Itu Sehat?

Bayi yang baru saja lahir biasanya tidak nampak seperti bayi-bayi yang sering Anda lihat di iklan-iklan popok..

Seringkali kepala bayi yang baru terlahir berbentuk lonjong, bukannya bulat. Kulitnya juga mungkin berkerut-kerut dan berwarna kemerah-merahan. Semua kondisi ini adalah bukan sesuatu yang harus Anda khawatirkan.

Di bagian tengah kepala bayi Anda yang baru lahir biasanya ada yang disebut “Soft Spot” atau daerah lunak dimana tulang tengkoraknya belum bersatu dengan sempurna.

Justru keadaan ini sangat menguntungkan agar kepala si bayi bisa fleksibel selama proses melahirkan.

Tulang tengkorak bayi Anda akan tumbuh seiring dengan pertumbuhan si bayi sehingga nantinya daerah lunak tersebut akan tertutup. Selain itu, dengan adanya daerah lunak ini, otak bayi Anda juga bisa tumbuh dengan baik.

Mungkin bayi Anda juga memiliki bercak merah gelap di sekitar matanya. Terkadang bercak ini juga bisa Anda temukan di batang hidungnya dan di belakang leher. Sampai saat ini belum ada manusia yang tahu apa penyebabnya. Tapi biasanya bercak ini akan hilang dalam 1 tahun pertama.

Sebagian bayi terlahir botak, sebagian lagi memilki rambut tipis dan yang lainnya terlahir dengan rambut yang tebal dan hitam. Untuk sebagian bayi, rambut bawaan lahir ini akan hilang atau rontok begitu saja dan sebagian bayi lainnya mengalami perubahan warna rambut.

Warna mata bayi Anda juga bisa berubah lho setelah lahir! Kalau Anda ingin memastikan warna mata si kecil, ya Anda sebaiknya sabar menunggu hingga ia berusia sekitar 1 tahun.. setelah ini biasanya tidak akan ada perubahan lagi.

Tali umbilikal yang tergantung di pusar bayi biasanya akan copot dalam waktu 5-10 hari.

Terkadang bayi perempuan mengalami pendarahan di kemaluannya. Terkadang juga bayi -baik laki-laki ataupun perempuan- lahir dengan buah dada yang agak besar atau menggembung. Bahkan ada yang sampai bisa mengeluarkan air susu, padahal mereka baru saja lahir!

Hal ini disebabkan oleh hormon sang ibu. Kondisi ini tidak membahayakan kok dan akan segera hilang… tenang saja!